Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019
(Judulnya Diangan-Angan Sendiri) Menapak lirih seekor anjing Lewati para penghiruk kota Memicing menahan luka Payah tanpa suara Namun Alih mulai tersulut secerca lembut Setelah melihat semut Ia menyapa dan berkata "Perjuanganmu hanyalah Anomali" "Memilih memicikkan diri sendiri" "Ingat! Kau hewan bebas" "Kau hina dini dimatanya" "Siapa peduli?" Anjing yg terAnjingi Linuk, 27 September 2018
(Red: Lindungi kamu selalu) Tak Ada Tuhan Dalam Festival Tak Datang Iman Dari Gosip Nabi Nabi Subur Dalam Tangis Yang Berbisik Sekali Petang "Untukmu Aku Telanjang. Dan Untukku Lagi-lagi Kau Menunggu
Pada Bincang Sore Waktu Senggang "Revolusi akan datang sebentar lagi" kata televisi. Hampir persis seperti yang dikatakan dosen dengan bibirnya yang terpoles gincu berwarna burgundi waktu itu. "aku tak punya rasa kemanusiaan sebanyak yang kau harapkan," imbuhnya. Therefore, Tuhan bersama jiwa-jiwa yang sans.
2 hal memenuhi keinginan benak dengan kekaguman & keheranan yg senantiasa segar & semakin menjadi jadi. Ketika kian kerap seimbang kita merenungkan keduanya : langit berbintang di atas kita (baca:alam) & hukum moral di dalam diri kita (baca:kebebasan) Kita tak sekedar menebak & mencari keduanya seakan akan (kedua hal itu) tersembunyi di kegelapan atau dikawasan transenden di luar cakrawala. Kita melihat keduanya di depan kita. Dan kita langsung mengasosiakan keduanya dg kesadaran akan eksistensi kita sendiri